Posts

How To Win People To Your Way Of Thinking

Image
Source: Discuss.io Di dunia yang penuh perbedaan pendapat, kemampuan mempengaruhi orang lain bukanlah seni manipulasi melainkan strategi memahami psikologi manusia. Riset membuktikan 85% kesuksesan seseorang ditentukan oleh kemampuan berelasi. Buku legendaris Dale Carnegie How to Win Friends and Influence People (diterjemahkan di Indonesia sebagai Bagaimana Mencari Kawan dan Mempengaruhi Orang Lain) menjadi pedoman abadi karena prinsipnya berbasis pada kebutuhan manusia universal, yaitu perasaan ingin dihargai, didengar, dan merasa penting. Lima Pilar Menenangkan Pikiran 1. Hindari Perang Argumen, Bangun Jembatan Pemahaman Mengapa debat kontraproduktif? Menurut Carnegie, mengkritik sama dengan "menyerang harga diri" yang memicu reaksi defensif. Kisah nyata dalam edisi Bahasa Indonesia menggambarkan ketika rekan mengusulkan Docker Swarm sementara Anda pro-Kubernetes, jangan katakan, "Ide Anda salah". Sebaliknya, tanyakan, "Mengapa Anda merasa Swarm ...

What Is The Fundamental Technique for Handling People?

Image
“ If you want to gather honey, don’t kick over the beehive .”  — Dale Carnegie from How To Win Friends And Influence People Kutipan tersebut adalah kalimat pertama yang membuka buku How To Win Friends And Influence People bagian pertama “ Fundamental Technique to Handling People .” Kira-kira apa maksud dari kutipan tersebut? Apa hubungannya dengan menghadapi orang lain? Kutipan tersebut kami interpretasikan sebagai bagaimana cara ketika kita ingin mendapatkan sesuatu dari orang lain dan apa yang harus kita lakukan untuk mendapatkannya. Maksudnya, ketika kita ingin bekerja sama atau secara umum mendapatkan sesuatu dari orang lain, kita tidak boleh membuat mereka merasa marah atau tersinggung. Kutipan ini menjadi kiblat utama kita pada pembahasan kali ini karena sebelum kita berusaha mempengaruhi orang lain, cobalah untuk hubungan yang baik dengan mereka. Pada artikel kali ini, kita akan membahas bagaimana cara untuk menghadapi orang lain, membangun hubungan yang baik da...

#ChizenTalk: Baca Cepat, Lupa Cepat: Literasi Zaman Scroll yang Bikin Kita Pintar ‘Palsu’

Image
Source: Healthline Kamu pernah merasa sudah tahu banyak hal, tapi pas diajak ngobrol dalam malah bingung mau jawab apa? Atau mungkin kamu pernah baca utas panjang, ngerasa tercerahkan, tapi dua jam kemudian lupa semua isinya? Kita semua pernah ada di posisi itu. Hidup dikelilingi oleh informasi, dari layar ke layar, dari story ke komentar, dari meme ke cuplikan video. Semuanya cepat, ringkas, dan bisa diserap dalam hitungan detik. Tapi seiring kecepatan itu, kita mulai kehilangan sesuatu yang penting: kemampuan untuk mencerna, bukan cuma menerima. Apa yang sebenarnya terjadi? Banyak orang menyebut ini sebagai krisis literasi . Tapi bukan berarti kita gak bisa baca. Kita bisa, bahkan sangat lancar. Masalahnya, kita terbiasa membaca tanpa benar-benar memahami. Kita mengandalkan highlight, ringkasan, atau komentar orang lain untuk menyimpulkan keseluruhan isi. Kita terbiasa tahu permukaan, tapi jarang menyelam ke dalam. Istilahnya: shallow reading , yaitu membaca cepat, sekil...

Literasi Komunitas: Pendekatan Psikologi Sosial Untuk Membangun Ekosistem Membaca

Image
Source: The Booker Prize Di era digital seperti sekarang ini, kebiasaan membaca masyarakat Indonesia masih menghadapi tantangan yang serius. Data menunjukkan bahwa pada tahun 2016, minat baca masyarakat Indonesia hanya berkisar 0,0001% - artinya hanya satu orang yang memiliki minat baca di antara seribu orang. Angka yang cukup memprihatinkan, bukan? Namun, di balik tantangan ini, ada fenomena menarik yang berkembang: munculnya komunitas-komunitas literasi yang berhasil menciptakan ekosistem membaca yang hidup dan berkelanjutan. Salah satu contohnya adalah Komunitas Lombok Pintar (Lontar) di Nusa Tenggara Barat yang berhasil membangun Taman Baca Masyarakat di berbagai daerah dan menggerakkan masyarakat untuk lebih tertarik dengan kegiatan literasi. Fenomena ini menarik untuk dikaji melalui kacamata psikologi sosial, khususnya teori konformitas yang dikembangkan oleh Solomon Asch. Bagaimana sebenarnya dinamika psikologi sosial bekerja dalam komunitas literasi? Dan bagaimana ...

#ChizenTalk: Sudahkah Kita Melek Digital Dan Data?

Image
Source: Eduporium Blog Apa itu Literasi Digital dan Literasi Data?  Literasi digital adalah kemampuan menggunakan teknologi, memahami cara mendapatkan, mengevaluasi, dan menyebarkan informasi secara etis dan aman. Sementara itu, literasi data adalah kemampuan membaca, memahami, menganalisis, dan menggunakan data untuk pengambilan keputusan cukup tanpa perlu jadi data scientist .  Literasi digital dan data memiliki peran yang sangat krusial bagi keseharian berliterasi kita di era digital karena dapat melindungi kita dari hoaks, menjaga privasi, serta membantu membuat keputusan berbasis bukti, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia kerja. Sayangnya, Indonesia masih menghadapi tantangan seperti kesenjangan akses digital dan maraknya misinformasi. Namun, studi menunjukkan bahwa edukasi literasi mampu mengurangi kepercayaan terhadap hoaks, membuktikan bahwa literasi bukan hanya penting, tapi juga berdampak nyata. Mulai untuk mengenal literasi digital dengan iku...

#ChizenTalk: Is Literacy Just All About Reading Books?

Image
Source: Edutopia Saat masih kecil, kita diajari bahwa untuk menjadi pintar kita harus rajin membaca buku dan untuk menjadi seseorang yang berguna kita harus menjadikan membaca sebagai hobi. Kemudian, istilah literasi muncul dan mulai populer digunakan untuk menggambarkan aktivitas yang berkaitan dengan membaca. Tapi, apakah literasi hanya soal kemampuan membaca? Apakah seseorang yang rajin membaca bisa serta-merta menyebut diri mereka sebagai literat?  Di era yang serba cepat dan modern ini, seseorang dapat terpapar banyak sekali informasi dalam berbagai bentuk, termasuk teks, gambar, video, dan audio. Sehingga munculah istilah literasi digital. Meskipun begitu, banyaknya informasi yang mengalir kepada para pengguna internet dapat mengakibatkan information overload , yaitu kondisi ketika seseorang menerima terlalu banyak informasi sehingga kesulitan dalam memproses dan memahaminya secara efektif. Kondisi ini dapat menyebabkan kebingungan, kesulitan mengambil keputusan, ...

How Is Alpha Female Overcome Patriarchy Culture In Society?

Image
Sumber: Teen Vogue   What is Alpha Female?  KaizenKeepers sebenarnya familiar gak sih dengan terms Alpha Female ? Alpha Female adalah gambaran atau deskripsi kepada seorang perempuan memiliki high self-esteem , kemampuan berkomunikasi yang baik, kesadaran diri yang tinggi, pandai secara general dan emosional. Hal-hal tersebut dapat membangun personal value seorang perempuan yang baik, melawan stigma buruk dari publik dengan menunjukan karakteristik yang tidak hanya berkualitas tetapi mampu menyeimbangi laki-laki yang terbiasa ada di ruang publik sebagai pendominasi.  Selanjutnya, Kaizenkeepers harus mengerti What is Patriarchy system ? Jadi patriarki adalah sebuah pemikiran dimana laki-laki mendominasi, mendiskriminasi dan mengeksploitasi perempuan dalam segala aspek kehidupan baik dalam kekeluargaan, pekerjaan, maupun kehidupan bersosial, dengan membuat mereka sebagai pemeran utama atau pemegang kontrol. Contohnya dalam aspek kekeluargaan, yang dimana gar...