Self-Worth vs. Selfie Worth: This Is Why Self-Validation Is More Important Than Likes!
Source: FS Poster
KaizenKeepers pasti sudah terbiasa menggunakan sosial media. Sosial media seakan sudah menjadi bagian dari keseharian kita. Sebagian orang bahkan menjadikan sosial media sebagai wadah aktualisasi diri dimana jumlah followers dan likes akan menentukan siapa diri mereka yang sebenarnya. Kebanyakan dari mereka juga tergiur dengan jumlah likes dan views yang tinggi sampai-sampai bersedia melakukan apapun untuk mendapatkan pengakuan dari orang lain. But, is it worth it?
Studi mengatakan bahwa pengguna internet aktif yang memperoleh validasi sosial, misalnya dalam bentuk likes atau komentar positif, melaporkan perasaan dihargai dan lebih percaya diri. Sebaliknya, penggunaan media sosial secara pasif, seperti hanya melihat unggahan tanpa terlibat, seringkali memicu perbandingan sosial yang tidak sehat. Contoh kecil yang sering kita temui adalah ketika kamu upload selfie yang menurut kamu sudah paling menarik, tapi setelah di-upload justru hanya mendapatkan likes yang sedikit. Beberapa dari KaizenKeepers mungkin berpikir, "Apa aku nggak cukup menarik?" atau "Kenapa nggak ada yang notice?" Tapi, apakah benar seperti itu? Apakah benar ketika kita tidak mendapatkan jumlah likes yang fantastis artinya kita tidak cukup cantik? Apakah pandangan orang lain terhadap kita benar-benar menentukan siapa diri kita yang sebenarnya?
Henry Manampiring lewat bukunya The Alpha Girl’s Guide memperkenalkan istilah Alpha Girl, yaitu sebuah sebutan yang ditujukan untuk menggambarkan perempuan yang memiliki karakter yang kuat. Henry mengatakan bahwa perempuan yang keren tidak hanya dilihat dari seberapa hits mereka di timeline, tapi siapa yang paling percaya diri tanpa harus mencari validasi terus-menerus. Alpha Girls juga digambarkan sebagai perempuan yang tidak takut dengan pandangan orang lain terhadap mereka. Konsep inilah yang akan kita terapkan dalam bentuk menerapkan self validation dan self love dalam pembahasan kali ini.
This Is Why Self-Validation Is More Important Than Likes!
1. Bukti Validasi Tercepat, Tapi Mudah Tergerus Waktu
Likes, views, positive comments yang membanjiri setiap konten yang kita upload menciptakan kepuasan tersendiri. Dari kepuasan itu, kita tergerak untuk mencoba memposting sesuatu lagi dan lagi, berharap akan mendapatkan respon yang kita inginkan. Hal ini bertolak belakang dengan image Alpha Girls. Menurut buku The Alpha Girl’s Guide, Alpha Girl tidak hidup untuk mendapatkan penilaian dari luar. Mereka fokus dengan tujuan, kemajuan, dan hal-hal yang berpotensi membuat mereka berkembang.
“Validasi sejati datang dari pencapaian, bukan dari sorakan.” – Henry Manampiring
2. Menjadi Alpha Bukan Dilihat Dari Feed, Tapi Mindset
Being an Alpha doesn't mean you have to become extraordinary for everyone. Alpha Girl yang digambarkan dalam buku Henry Manampiring memiliki karakteristik yang kuat, punya emotional dan intellectual Intelligence yang tinggi dan tahu dengan pasti apa yang mereka inginkan.
Bukan hanya itu, dalam buku The Alpha Girls Guide, Henry menyebutkan beberapa contoh perempuan yang memancarkan Alpha Girls vibes seperti Najwa Shihab. Mereka dihargai karena isi kepala, bukan filter kamera.
3. Tumbuh Lewat Kebiasaan, Bukan Komentar Orang
Menurut riset dari jurnal pendidikan karakter, nilai diri itu hasil latihan dari kebiasaan berpikir positif, konsisten belajar, dan sadar mengenai kondisi emosi. Jadi, validasi bukan datang tiba-tiba, tapi dibangun pelan-pelan.
Coba tanyakan ini ke dirimu sendiri sebagai refleksi: Apa aku sudah memberi waktu untuk diriku sendiri hari ini? Apa pencapaian kecilku minggu ini?
Pilihan selalu ada ditanganmu. Sebagai pengguna internet, kita tidak bisa mengontrol algoritma, tapi kita bisa mengontrol bagaimana kita melihat diri kita sendiri. Selfie worth itu fana. Tapi self-worth? Itu pondasi. Yuk, belajar menjadi perempuan yang tahu siapa dirinya, bahkan saat tidak melibatkan likes dan views. Ready to learn and grow together, KaizenKeepers?
Penulis:
- Chika Fawnia
- Desvita Sari
Referensi:
• Afrilia, D., Nasution, F., Lase, P. N., Zatayumni, S. I., Muniroh, Z. Z., & Rizekuna. (2025). Pengaruh media sosial terhadap harga diri individu dewasa awal. Edu Society: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(1), 87–93. https://doi.org/10.56832/edu.v5i1.691
• Fitriyani, D. (2021). “Penguatan Karakter Alpha Female dalam Pendidikan.” Jurnal Pendidikan Karakter Islam
• Manampiring, Henry. The Alpha Girl’s Guide. (2019). Jakarta: GagasMedia.