Why Saving Is Not Enough To Get Rich? — Inspired By Rich Dad Poor Dad Book By Robert T. Kiyosaki
Biasanya Kaizenkeepers menabung untuk apa, sih? Untuk nonton konser? Atau untuk beli barang elektronik baru? Eits, tunggu dulu KaizenKeepers, faktanya nabung doang tidak cukup buat kamu investasi masa depan. Apakah pernah terlintas dipikiran kamu kira-kira bagaimana, ya, orang kaya bisa jadi sekaya sekarang? Kalau jawaban kalian karena mereka menabung, sepertinya kurang tepat. Dengan menabung kita bisa mengantisipasi kejadian yang terduga di masa depan, belajar hidup hemat, dan melatih diri untuk tidak boros, tapi apakah dengan menabung bisa buat kita kaya? Faktanya, orang kaya dan kesuksesannya tidak hanya dibangun dari menabung, tetapi banyak hal lain, seperti kerja keras, dan pintar mengelola finansial. Jadi, nabung aja tidak cukup untuk menjadi sukses dan kaya, kenapa, ya? Let’s find out!
Kenapa, ya, Menabung Saja Tidak Cukup?
1. Inflasi Semakin Mencekik
Berita inflasi sudah sering terdengar dimana-mana, bahkan dampaknya mulai terasa di kehidupan kita sehari-hari. Harga beras, telur dan bahan pokok lainya terus melonjak, sedikit demi sedikit mencekik mereka yang gajinya tidak seberapa. Dengan terjadinya inflasi, budget bulanan kita yang biasanya sudah teratur, malah menjadi tidak seimbang, bahkan untuk menabung saja sulit. Melonjaknya inflasi dapat mengurangi nilai tabungan kamu lho, jadi dari pada menabung lebih baik gunakan uang kamu untuk investasi.
2. Semakin Banyak Tabungannya, Semakin Tinggi Pajaknya
Semakin banyak tabungan di Bank, semakin besar pajak yang dipotong, tapi bukan karena tarifnya naik, melainkan karena jumlah bunga yang kamu terima juga makin besar. Kalau kamu punya Rp100 juta di tabungan, dan bunganya 2% per tahun, maka kamu dapat Rp2 juta bunga setahun. Nah, bunga Rp 2 juta inilah yang kena pajak. Pajak atas bunga tabungan di bank disebut PPh Pasal 23, dan tarifnya 20% (potongan langsung/otomatis dari bank). Sudah susah payah menabung tetapi akhirnya dipotong juga dananya karena pajak.
3. Kebangkrutan Bank
DI tahun 2024 setidaknya ada 20 bank yang tutup, alasannya? Tata kelola yang buruk, likuiditas, kredit macet, kegagalan dalam penyehatan, serta tekanan ekonomi dan teknologi menjadi penyebab utama. Jika Bank bangkrut, LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) hanya menjamin simpanan maksimal Rp 2 miliar per nasabah per bank. Uang diatas itu berisiko tidak kembali.
4. Membatasi Potensi Pengembangan Finansial
Kalau mindset kamu tentang uang hanya sampai di menabung pangkal kaya, belum bisa menjamin kamu akan terus berkembang untuk menjadi kaya raya. Kunci untuk mencapai financial freedom adalah dengan terus belajar mengenai finansial, seperti cara mengelolanya dana, cara menambah value sebuah aset, cara berinvestasi, dan lain-lain. Cara tersebut merupakan sebuah alternatif yang lebih baik dan efisien untuk mengelola keuangan, apalagi buat kamu yang punya impian menjadi miliarder! Ayo, kita bahas selengkapnya!
Beberapa Cara Agar Selangkah Lebih Depan Mengelola Uang Daripada Menabung
1. Investasi > Menabung
Kita sudah sempat membahas topik ini sebelumnya, kalau menabung itu kurang tepat untuk kamu yang memiliki impian jangka panjang. Kelola dana kalian dengan cara berinvestasi, berinvestasi berarti menyisihkan sebagian uang Anda untuk membeli aset seperti saham, properti, obligasi, atau reksa dana yang berpotensi naik nilainya, dengan tujuan menjaga nilai uang dari inflasi sekaligus membantu uang tersebut bertumbuh.
2. Mempunyai Aset Berharga
Aset adalah sesuatu yang bernilai secara ekonomi, aset sangat bagus untuk menjaga kestabilan mata uang dari inflasi, karena ada beberapa aset yang seiring waktu akan semakin bernilai harga jualnya. Namun, tidak semua yang kita miliki dapat langsung dikategorikan sebagai aset. Ada tiga syarat utama yang harus dipenuhi: memiliki nilai ekonomi, mampu memberikan keuntungan, dan kepemilikannya harus jelas.
3. Menginvestasikan Kembali Keuntungan
Kalau kamu berinvestasi sekarang, beberapa tahun kedepan uang kamu bisa jadi berkali-kali lipat, dibandingkan dengan hanya menabung. Meskipun tidak ada satupun strategi investasi yang bisa menjamin hasil yang pasti, peluang untuk mencapai tujuan keuangan jauh lebih besar dibandingkan jika hanya mengandalkan tabungan. Setiap jenis investasi memiliki ciri khas dan risikonya sendiri, serta dipengaruhi oleh kondisi pasar yang dapat berubah sewaktu-waktu.
Menabung penting untuk mengelola keuangan sehari-hari, tetapi tidak cukup untuk membangun kekayaan karena inflasi mengurangi nilai tabungan, bunga yang didapat dikenai pajak, dan ada risiko bank tutup yang membatasi perlindungan dana. Oleh karena itu, berinvestasi dengan membeli aset bernilai dan reinvestasi keuntungan menjadi cara yang lebih efektif untuk mengembangkan uang dan mencapai tujuan finansial jangka panjang.
Penulis: Shafira Ryangga Putri
Referensi
• Kiyosaki, R. T., & Lechter, S. L. (2001). Rich dad poor dad: What the Rich Teach Their Kids About Money-That the Poor and the Middle Class Do Not! Business Plus.
• iMoney Editorial. (2024, February 8). Why you’ll never get rich by just saving money. iMoney Malaysia. https://www.imoney.my/articles/why-you-will-never-get-rich-by-saving-money
• Methods, B. M. (n.d.). Why You’ll Never Get Rich From Saving (And what to do instead). Big Money Methods. https://www.bigmoneymethods.com/p/why-you-ll-never-get-rich-from-saving-and-what-to-do-instead
• Solberg, O. (2022, September 21). Can saving money make you rich? SOLBERG INVEST. https://solberginvest.com/blog/can-saving-money-make-you-rich/
• SoM, P. (2025, February 20). Apa Itu Aset? Kenali Jenis, Sifat, dan Peranannya dalam Keuangan & Bisnis. PPM School of Management. https://www.ppmschool.ac.id/apa-itu-aset/#:~:text=Dalam%20dunia%20bisnis%20dan%20keuangan%2C%20aset%20adalah%20senjata,berjalan%20tanpa%20aset%20operasional%20seperti%20mesin%20dan%20gedung.
• Uchella, J. (2023, June 27). 10 Reasons Why Saving Money Won't Make You Rich - Inspired by Insiders. Inspired by Insiders. https://inspiredbyinsiders.com/saving-wont-make-you-rich/