The Behaviour Building: The Difference Between The Rich and The Poor
“Rich people focus on opportunities, poor people focus on obstacles.”
–T. Harv Eker
Kebanyakan orang berpikir bahwa untuk menjadi kaya, atau dalam konteks ini kita sebut sebagai golongan The Rich, seseorang harus memiliki pekerjaan yang mapan dengan gaji selangit. Atau bahkan sebagian dari kita mungkin berpikir untuk menjadi kaya, kita hanya perlu terlahir dari keluarga kaya raya, got silver spoon in our mouth since birth. Untuk menjadi kaya, langkah pertama yang akan seseorang lakukan adalah dengan berhemat, bekerja dengan lebih keras agar pendapatan juga meningkat atau mungkin melakukan investasi. Apakah cara-cara itu akan membantu kita mencapai kestabilan finansial? Tentu. Tapi, perlu diingat bahwa bahkan Rich People sendiri bisa bangkrut juga apabila mereka mengeluarkan lebih banyak uang daripada pendapatan mereka.
Studi mengatakan bahwa kebanyakan milyuner Amerika adalah pemilik usaha regional, dengan kata lain mereka adalah normal people with normal job. Mungkin kita mulai merasa bahwa “normal people with normal job also describe me the best! But what’s the difference?” Let me tell you a secret, KaizenKeepers!
What Kind Of Behaviour Linger In Rich People?
Chelsea Fagan dari The Financial Diet, menjelaskan tentang apa saja yang sekiranya The Rich People lakukan dengan berbeda. Menurut Fagan, berikut adalah lima dari delapan hal yang dilakukan oleh orang kaya dan dianggap berbeda dari kita:
1. Mereka Tidak Menunggu Izin (They Don’t Wait For Permission)
Sejak kecil, kebanyakan dari kita perlu menunggu izin terlebih dahulu ketika kita ingin mendapatkan apa yang kita inginkan. Akibatnya, ketika kita dewasa kita masih membutuhkan izin untuk mengejar keinginan-keinginan itu. Orang-orang kaya telah mengubah mindset mereka dari permission to control. Pada akhirnya, mereka memiliki kendali atas apa yang ingin mereka lakukan.
2. Mereka Meminta Bantuan Untuk Hal Yang Tidak Mereka Ketahui (They Ask For Help With What They Don’t Know)
The Rich People tidak akan puas untuk tetap dalam berada dalam ketidaktahuan. Mereka memiliki apa yang saya sebut Personal Board of Director, sekelompok kecil advocate terpercaya yang dapat mereka mintakan informasi dan nasihat.
3. Mereka Memberi Nilai Tertentu (Dan Terus Bertambah) Pada Waktu Mereka (They Put A Specific (And Growing) Value On Their Time)
“Orang kaya memutuskan bahwa setiap jam dalam hidup mereka memiliki nilai,” kata Fagan, “dan mereka berpegang teguh pada nilai itu sambil terus berusaha meningkatkannya.” Orang kaya menyadari bahwa waktu adalah uang dan uang adalah waktu.
4. Mereka Berbicara Dalam Bahasa Uang (They Speak The Language Of Money)
The Rich People lebih melek finansial daripada The Poor. Mereka lebih ahli dalam mengatur keuangan pribadi karena mereka tahu apa yang mereka lakukan. Pada akhirnya, mereka lebih mampu membuat keputusan yang dapat dipertanggungjawabkan.
5. Mereka Tahu Pentingnya Recharging (They Know The Importance Of Recharging)
Mereka semua mampu menyediakan waktu dalam hidup untuk sharpen the saw seperti yang dikatakan Stephen Covey dalam The Seven Habits of Highly Effective People. Jangan biarkan diri kita terlalu kelelahan. Dedikasikan waktu untuk berolahraga, bersosialisasi, meditasi dan bersantai.
So, What Are The Differences Between The Rich and The Poor?
Kebanyakan orang mungkin berpikir bahwa perbedaan antara orang kaya dan orang miskin terletak pada total kekayaan mereka. Pernyataan tersebut memang benar adanya. Namun, kenyataannya, perbedaan mencolok justru datang dari mindset individu tersebut. Berikut merupakan beberapa perbedaan pola berpikir antara The Rich and The Poor.
1. Goal Setting vs. Short-Term Focus
Rich mindset memikirkan masa depan dan bekerja untuk mencapai tujuan jangka panjang. Meskipun butuh waktu dalam memerlukan perencanaan, pemikiran strategis, dan berpegang teguh pada tujuan. Di sisi lain, orang dengan poor mindset lebih berfokus pada apa yang terjadi saat ini dan bagaimana caranya untuk mendapatkan imbalan dengan cepat. Perspektif ini dapat mengutamakan kesenangan sesaat daripada pencapaian jangka panjang.
2. Creating Opportunities vs. Waiting for Opportunities
Individu dengan rich mindset secara proaktif menciptakan dan mencari peluang untuk meningkatkan kehidupan mereka. Sebaliknya, individu dengan poor mindset mungkin bersikap lebih pasif, menunggu peluang datang kepada mereka. Pendekatan pasif ini dapat berasal dari keyakinan bahwa kesuksesan atau keberuntungan seharusnya ditemukan secara alami tanpa menyadari pentingnya keterlibatan aktif dalam menciptakan peluang.
3. Focus on Earning vs. Focus on Saving
Orang-orang dengan rich mindset menyadari bahwa menabung dan menghasilkan lebih banyak uang adalah komponen utama kesuksesan finansial. Meskipun menabung diakui sebagai praktik keuangan yang bijaksana, penekanannya adalah pada perluasan aliran pendapatan seseorang. Sebaliknya, poor mindset mungkin akan lebih fokus pada praktik berhemat daripada menabung. Meskipun berhemat adalah kebiasaan yang baik, melakukan penghematan dapat membatasi potensi pertumbuhan finansial.
Remember Millionaires Are Made, Not Born
Perlu diketahui bahwa 79% dari milyuner Amerika tidak menerima kekayaannya dari warisan keluarga (inheritance). Bahkan dari 21% milyuner yang menerima kekayaan dari warisan, hanya 3% yang memiliki inheritance sejumlah lebih dari 1 juta dollar atau lebih. Kenyataannya, mayoritas milyuner juga tidak tumbuh dalam lingkungan yang kaya raya. Menurut survei, 8 dari 10 milyuner berasal dari keluarga berpenghasilan menengah ke bawah. Hanya 2% milyuner yang mengatakan bahwa mereka berasal dari keluarga berpenghasilan tinggi.
Setelah mengetahui fakta-fakta mengenai sumber kekayaan seorang milyuner, mungkin sebagian dari KaizenKeepers bertanya-tanya, kira-kira berapa gaji dari The Rich People ini? Apakah mereka bahkan mendapatkan gaji? Atau uang yang mereka dapatkan hanya berasal dari aset? Ternyata mayoritas dari para milyuner itu tidak memiliki pekerjaan berpenghasilan tinggi. Menurut survei, 15% milyuner menduduki posisi sebagai vice president atau C-suite (CEO, CFO, COO, dll). 93% dari mereka mengatakan bahwa pendapatan mereka diperoleh dari kerja keras, bukan dari gaji yang besar. Hanya 31% yang memperoleh pendapatan rata-rata $100.000 per tahun selama karier mereka, dan sepertiga tidak pernah memperoleh pendapatan enam digit dalam satu tahun kerja dalam karir mereka. Yes, the more you know!
Perlu diingat bahwa perbedaan mendasar antara orang kaya dan miskin bukan hanya tentang bagaimana mereka mengatur keuangannnya, tapi juga bagaimana mereka mengatur waktu dan energi. Jadi, bagaimana menurut Kaizenkeepers? Sudah siap untuk membangun mindset sebagai Rich People?
Penulis: Danis Ahnaf
References:
• The Financial Diet (Creator). (2017). 8 Things Wealthy People Do Differently [Youtube]. https://youtu.be/2_7TabBHzb4
Foroux, D. (2023, November 28). The Mindsets of Wealthy People. Retrieved May 17, 2025, from https://dariusforoux.medium.com/the-mindsets-of-wealthy-people-33f436d39197
• The National Study of Millionaires - Ramsey. (2024, October 3). Ramsey Solutions. Retrieved May 18, 2025, from https://www.ramseysolutions.com/retirement/the-national-study-of-millionaires-research#cookie-banner
• Naz, H. (2023, December 4). Rich Mindset Vs Poor Mindset: 12 Big Differences. Retrieved May 18, 2025, from https://www.beingguru.com/rich-mindset-vs-poor-mindset/
• Roth, J. (2017, December 18). Habits of the wealthy: What do rich people do differently? Get Rich Slowly. Retrieved May 18, 2025, from https://www.getrichslowly.org/wealthy-habits/