The Power of Judgment And Perception
Inilah inti dari Filosofi Teras karya Henry Manampiring. Buku ini memperkenalkan filsafat Stoikisme kepada pembaca Indonesia dengan bahasa yang relevan. Buku ini mengajarkan bahwa penderitaan bukan berasal dari peristiwa itu sendiri, melainkan dari penilaian kita terhadapnya.
Menilai dan Memahami: Kunci Menuju Ketenangan
Dalam kehidupan, kita tidak bisa menghindari kejadian yang tidak menyenangkan. Namun, Stoikisme mengajarkan bahwa ada ruang kecil antara kejadian bernama judgment (penilaian). Kita bisa memilih untuk tersinggung atau mengabaikan. Kita bisa memilih untuk panik atau tenang. Kita tidak bisa mengontrol apa yang orang lain lakukan, tapi kita sepenuhnya bisa mengontrol bagaimana kita memandang dan meresponsnya.
Misalnya, saat gagal dalam ujian atau pekerjaan, penilaian kita bisa membuat kita merasa hancur atau justru termotivasi. Pilihan ini bukan soal siapa kita, tapi soal bagaimana kita melatih pikiran kita. Karena pada dasarnya, pikiran kita adalah benteng terakhir yang tidak bisa direbut oleh siapapun kecuali kita sendiri.
Persepsi: Melihat Dunia dengan Kacamata yang Jernih
Persepsi adalah jendela kita melihat dunia. Namun, jendela itu bisa buram atau jernih tergantung bagaimana kita membersihkannya. Stoikisme mengingatkan kita bahwa tidak semua persepsi layak dipercaya. Emosi sesaat, prasangka, dan trauma bisa membelokkan pandangan kita. Maka, sebelum percaya pada pikiran yang datang, kita perlu bertanya: apakah ini benar, atau hanya interpretasi? Dengan latihan, kita bisa membangun cara pandang yang lebih rasional, tenang, dan adil.
Mengendalikan yang Bisa Dikendalikan
Pada akhirnya, kekuatan dari judgment dan perception bukan tentang menjadi dingin atau tidak peduli, tapi tentang fokus pada hal-hal yang ada dalam kendali kita. Dengan memahami dan melatih kekuatan judgment dan perception, kita bisa menjadi pribadi yang lebih kuat di dalam, meskipun dunia di luar tidak selalu ramah.
Seperti kata Marcus Aurelius:
"Kita selalu bisa memilih untuk tidak memiliki pendapat terhadap sesuatu, dan dengan itu, mendapatkan ketenangan."
Penulis: Chika Athiya Fawnia
Referensi:
• Manampiring, H. (2018). Filosofi Teras: Filsafat Yunani-Romawi Kuno untuk Mental Tangguh Masa Kini. Penerbit Buku Kompas.
Katadata. (2022, September 19). Review buku Filosofi Teras, mulai hidup tenang dengan filosofi Stoic.
• Gramedia. (2022, September 15). Review buku Filosofi Teras karya Henry Manampiring.
• Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan UGM. (2023, Januari 2). Review Buku “Filosofi Teras”.