Manson's Law of Avoidance: The Art of Avoidance That Leads Us To Success

                      (Source: Freepik.com)

Di era modern ini, kita sering kali terjebak dalam budaya hustle—bekerja tanpa henti, selalu produktif, dan sibuk setiap saat. Namun, dalam bukunya “The Subtle Art of Not Giving a Fuck”, Mark Manson justru menantang paradigma ini. Ia menekankan  bahwa kunci kehidupan yang baik bukanlah melakukan lebih banyak hal, melainkan memilih dengan bijak apa yang benar-benar layak mendapatkan perhatian kita. Salah satu konsep penting dalam buku ini adalah "Manson’s Law of Avoidance", yang menjelaskan bahwa semakin besar ketakutan seseorang terhadap suatu tugas atau keputusan, semakin besar kemungkinan
tugas itu sangat penting bagi perkembangan diri. Dengan kata lain, kita cenderung menghindari hal-hal yang justru bisa membawa kita ke level berikutnya dalam hidup.


Mengapa Kita Cenderung Menghindari Hal-Hal Penting?

Salah satu alasan utama kita menghindari tugas atau tanggung jawab tertentu adalah ketakutan akan kegagalan. Kita sering kali berpikir, “Bagaimana jika aku mencoba dan gagal? Bagaimana jika orang lain menganggap aku bodoh?” Pikiran-pikiran ini membuat kita menunda, mengalihkan fokus ke hal-hal yang lebih mudah atau tidak penting, dan akhirnya tetap berada di zona nyaman.

Mark Manson menyatakan bahwa penghindaran ini sebenarnya adalah bentuk perlindungan ego. Kita lebih memilih untuk menunda atau menghindar daripada menghadapi kemungkinan kegagalan dan
merasa tidak cukup baik. Dikutip dari PsychCentral (2022), menurut Dr. Carla Marie Manly, seorang psikolog klinis, jika pengambilan keputusan diasosiasikan dengan membuat kesalahan atau “pilihan yang buruk”, keraguan atau kebimbangan akan sering muncul. Sebagai contoh, jika orang tua mengkritik anak karena membuat
keputusan yang buruk, anak akan menghindari membuat keputusan karena takut. Hal inilah yang membuat kebanyakan orang takut untuk gagal.

Studi lain tahun 2006 menemukan bahwa multitasking mengurangi produktivitas hingga 40% karena otak tidak dirancang untuk fokus pada banyak hal sekaligus (APA, 2006). Fokus pada 1-2 prioritas utama justru dapat meningkatkan kualitas hasil dan kepuasan diri. Jadi, apakah kamu sering merasa tidak produktif atau stuck dalam hidup? Bisa jadi kamu sedang menghindari sesuatu yang sebenarnya sangat penting bagi pertumbuhan pribadimu.


Manson's Law of Avoidance: Mengubah Ketakutan Menjadi Aksi

Manson memberikan solusi sederhana tetapi sangat kuat: Alih-alih menghindari ketakutan, gunakan ketakutan itu sebagai kompas untuk menentukan apa yang paling layak dikejar. Menurutnya, "The more something threatens your identity, the more you will avoid it." Artinya, semakin besar perasaan takut
atau tidak nyaman yang kita rasakan terhadap sesuatu, semakin besar kemungkinan bahwa hal tersebut sebenarnya sangat penting bagi perkembangan diri kita. 

Contohnya: 

• Kamu takut berbicara di depan umum? Kemungkinan besar, mengasah keterampilan ini akan
sangat meningkatkan peluang karier kamu.
• Kamu ragu bertanya kepada guru atau dosen tentang suatu materi yang tidak kamu pahami? Itu
mungkin tanda bahwa kamu harus lebih berani dalam memperjuangkan hakmu.
• Kamu menunda memulai suatu hal entah berkarya atau berbisnis karena takut gagal? Bisa jadi, peluang itulah yang bisa membawa perubahan besar dalam hidupmu.

Jadi, alih-alih bertanya, "Bagaimana jika aku gagal?", cobalah bertanya, "Apa yang akan aku lewatkan jika.aku tidak mencoba?" 


Strategi Praktis untuk Mengatasi Avoidance dan Meningkatkan Produktivitas

Jika kamu merasa sering menghindari hal-hal yang sebenarnya penting, berikut adalah langkah-langkah praktis yang bisa diterapkan:

1. Identifikasi 3 Prioritas Utama dalam Hidupmu
Ambil waktu untuk menulis tiga hal paling penting dalam hidupmu saat ini. Misalnya:

• Kesehatan mental dan fisik.
• Karier dan pengembangan diri.
• Hubungan personal yang berkualitas.

Dengan memiliki daftar ini, kamu bisa lebih fokus dan mudah mengenali hal-hal yang sebenarnya tidak penting dan hanya membuang waktu.

2. Buat Daftar “Noise” yang Harus Dihindari
Selain fokus pada prioritas utama, kita juga perlu mengidentifikasi distraksi yang sering menghambat produktivitas. Beberapa contohnya, yaitu:

• Menghabiskan waktu di media sosial tanpa tujuan yang jelas.
• Overthinking terhadap opini orang lain.
• Terlalu banyak melakukan multitasking tanpa arah yang jelas.

Ketika kita bisa mengurangi "noise" ini, kita akan memiliki lebih banyak energi untuk hal-hal yang benar-benar penting.

3. Latih Kebiasaan Mengatakan “Tidak” dengan Tegas
Banyak dari kita merasa tidak enak hati saat harus menolak permintaan orang lain, padahal mengatakan "tidak" adalah keterampilan penting dalam mengelola waktu dan energi. Coba gunakan kalimat sederhana
ini untuk menolak dengan sopan tetapi tegas:

• “Terima kasih sudah mengajak, tapi aku sedang fokus pada prioritas lain.”
• “Aku menghargai undangannya, tapi aku harus menyelesaikan sesuatu yang lebih mendesak.”

Dengan semakin sering melatih kebiasaan ini, kamu akan merasa lebih bebas dan tidak terbebani oleh hal-hal yang tidak perlu.

Kesimpulannya: Fokus pada yang Benar-Benar Berarti

Manson's Law of Avoidance mengajarkan kita bahwa rasa takut bukanlah musuh, tetapi penunjuk arah. Semakin besar ketakutan kita terhadap sesuatu, semakin besar kemungkinan hal itu penting bagi
pertumbuhan diri kita. Jadi, berhentilah menghindari hal-hal yang sulit atau tidak nyaman. Alih-alih mengabaikannya, jadikan ketakutan itu sebagai petunjuk tentang apa yang sebenarnya layak diperjuangkan dalam hidup. Seperti yang dikatakan Mark Manson:

"The pain of honest failure is far better than the boredom of never trying."

Mulai sekarang, pilihlah dengan bijak apa yang benar-benar layak mendapatkan perhatian kamu.

Penulis: Desvita Sari


References:
• American Psychological Association. (2006). Multitasking: Switching costs.
https://www.apa.org/topics/research/multitasking
• Manson, M. (2016). The subtle art of not giving a f*ck: A counterintuitive approach to living a good life. HarperOne.
• Vogel, K. (2022, May 20). Why am I so indecisive? 10 methods that can help you make decisions. Psych Central. https://psychcentral.com/health/coping-with-indecision


Popular posts from this blog

[Resensi Buku] Alpha Girl's Guide: How to Become a Smart, Independent, and Positive Girl

[Resensi Buku] Rich Dad Poor Dad: What The Rich Teach Their Kids About Money That The Poor And Middle Class Do Not!

[Resensi Buku] Stoikisme: Kunci Ketangguhan Mental Di Masa Kini