Own Your Morning, Elevate Your Life: How To Make Your Morning More Productive
Apakah KaizenKeepers familiar dengan kebiasaan bangun pagi? Nyatanya, bangun tidur lebih awal memiliki banyak manfaat, salah satunya adalah dapat meningkatkan produktivitas karena kita memulai hari lebih cepat. Apabila kita bangun lebih pagi, maka akan ada lebih banyak pekerjaan yang bisa kita selesaikan pula. Namun, kebanyakan orang merasa bahwa bangun lebih awal memiliki tantangan tersendiri karena setiap orang memiliki jam tidur biologis dan waktu produktif efektif yang berbeda-beda.
Bicara tentang waktu efektif untuk melakukan hal produktif, KaizenKeepers pasti sudah cukup familiar dengan istilah early bird dan night owl. Seorang early bird atau dikenal sebagai morning person adalah seseorang yang merasa lebih bersemangat di pagi hari. Biasanya mereka tidur lebih awal untuk bangun lebih pagi pula. Para early bird juga lebih fokus dan dapat berkonsentrasi dengan baik dalam melakukan aktivitas rutin karena rutinitas sehari-hari biasa dilakukan di siang hari. Selain itu, morning person juga diketahui memiliki emosi yang lebih positif dan stabil. Sebaliknya, night owl adalah orang-orang yang lebih termotivasi untuk melakukan aktivitasnya di malam hari. Night owls biasanya akan tidur larut di malam hari dan bangun lebih lambat dibandingkan para early birds. Akibatnya, mereka seringkali melewatkan sarapan dan aktivitas produktif di pagi hari.
Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa kebiasaan tidur terlambat atau lebih dikenal dengan sebutan begadang dapat menyebabkan banyak masalah pada kesehatan. Orang yang tidak cukup tidur akan memiliki risiko yang lebih tinggi terkena penyakit jantung, tekanan darah tinggi, diabetes dan masalah kesehatan mental seperti anxiety dan major depression. Selain itu, orang-orang yang terbiasa begadang juga cenderung memiliki “hutang tidur” jika harus terpaksa bangun di pagi hari. Penelitian menunjukkan bahwa morning person memiliki resiko yang lebih kecil untuk mengalami masalah kesehatan mental. Para ilmuwan percaya bahwa salah satu alasannya karena para early bird memiliki lebih banyak akses terhadap sinar matahari, yang merupakan penambah suasana hati alami.
Otak kita tidak bangun segera setelah kita membuka mata. Penelitian membuktikan sleep inertia dapat berlangsung antara dua hingga empat jam setelah kita terbangun dari tidur. Dengan kata lain, bangun tidur lebih awal dapat membuat kita melakukan aktivitas dalam kondisi terjaga sepenuhnya. Agar KaizenKeepers dapat melakukan aktivitas dalam kondisi terjaga sepenuhnya, yuk, simak beberapa tips untuk mengubah kebiasaan begadang berikut ini!
1. Lakukan Secara Step-by-Step
Dalam rangka mengubah jadwal tidur, sebaiknya lakukan sedikit demi sedikit. Perubahan mendadak secara signifikan tidak efektif untuk mengubah kebiasaan tidur kita. Lakukan pembiasaan ini dengan mencoba tidur 10 menit lebih awal, setelah kita mulai terbiasa, tambahkan waktunya. Hingga kita sampai pada target waktu tidur yang diinginkan.
2. Matikan Lampu dan Jauhkan Perangkat Elektronik
Ketika kita terpapar cahaya terang, tubuh akan memperlambat produksi melatonin. Hormon inilah yang akan membuat kita merasa mengantuk. Alhasil, paparan dari sinar lampu atau alat-alat elektronik lainnya akan membuat kita kesulitan untuk tertidur. Maka dari itu, disarankan untuk mematikan sumber cahaya paling tidak satu jam sebelum tidur.
3. Meditasi
Apabila KaizenKeepers merasa kesulitan untuk tidur di malam hari, cobalah untuk melakukan meditasi. Meditasi dapat membuat kita lebih rileks dan tenang. Mulailah dengan mengatur posisi tidur yang nyaman kemudian atur irama pernafasan secara perlahan. Latihan pernafasan ini merupakan salah satu cara yang paling sederhana dan sering dilakukan. Manfaat dari meditasi sebelum tidur adalah meningkatkan produksi hormon melatonin serta mengurangi tingkat kecemasan dan depresi.
4. Hindari Konsumsi Minuman Berkafein Sebelum Tidur
Meminum kopi sebelum tidur akan membuat kita sulit tidur. Hal ini diakibatkan karena kafein dalam minuman seperti kopi atau teh dapat menghalangi reseptor yang dapat membantu kita untuk tertidur. Sehingga, selama efek kafein ini masih bekerja, kita akan tetap terjaga dan waspada. Itulah mengapa biasanya setelah mengkonsumsi minuman berkafein, khususnya kopi, jantung kita akan berdegup lebih keras. Suplai darah yang lebih banyak ke otak akan membuat kita terjaga.
Setelah kita mengurangi kebiasaan begadang dan berhasil bangun tidur lebih pagi, selanjutnya adalah tentang bagaimana cara kita memanfaatkan waktu yang ada untuk melakukan kegiatan yang lebih produktif. Berikut adalah cara-cara yang bisa KaizenKeepers terapkan dalam rangka menciptakan pagi yang efektif!
1. Get Some Sun And Do Workout!
Cobalah untuk jalan santai sekaligus berolahraga di pagi hari agar tubuh kita bisa terpapar hangat cahaya matahari. Jika KaizenKeepers tidak sempat melakukan jalan-jalan ringan atau jogging di hari kerja, kalian bisa melakukannya sesekali di hari libur. Memiliki motivasi untuk jalan santai di pagi hari dapat membantu kita untuk memiliki dorongan bangun lebih awal. Buatlah agenda ini jadi menyenangkan dan tanpa tekanan!
2. Biasakan Diri Untuk Sarapan Pagi
Beberapa orang seringkali melewatkan sarapan pagi karena khawatir terlambat sampai di kantor atau sekolah. Hal ini seringkali disebabkan karena jarak antara waktu terbangun dan bersiap sangat sempit, sehingga mereka hanya bisa melakukan hal-hal yang penting saja. Apabila KaizenKeepers ingin menciptakan pagi yang lebih produktif, cobalah untuk bangun lebih pagi dan siapkan sarapan. Sarapan akan membuat kita lebih bertenaga dalam menjalani hari.
3. Buat To-Do List Sebelum Memulai Hari
Sebelum melakukan aktivitas, buatlah To-Do list. Urutkan prioritas agenda dan tambahkan keterangan sedetail mungkin. Merencanakan aktivitas di pagi hari dapat membuat keseharian kita lebih teratur dan efektif.
Bangun tidur lebih awal dan menstimulasi kita untuk lebih produktif. Meskipun tidak dapat dipungkiri bahwa setiap orang memiliki jam tidur biologis dan waktu produktif efektif yang berbeda-beda, KaizenKeepers bisa mencoba untuk mempraktekkan beberapa tips di atas.
Selamat mencoba!
Penulis: Danis Ahnaf
• Glosarium
Sleep Inertia: Disorientasi sementara dan penurunan kinerja dan/atau suasana hati setelah terbangun dari tidur. Orang-orang mungkin menunjukkan waktu reaksi yang lebih lambat, ingatan jangka pendek yang lebih buruk, dan kecepatan berpikir, menalar, mengingat, dan belajar yang lebih lambat.
References
• Abiyasa, G. (2024, December 4). Tips untuk Pagi yang Lebih Produktif: Memulai Hari dengan Langkah Tepat. Retrieved February 2, 2025, from https://www.rri.co.id/iptek/1167404/tips-untuk-pagi-yang-lebih-produktif-memulai-hari-dengan-langkah-tepat
• Alodokter. (2024, November 13). Mengenal Istilah Early Bird dan Night Owl. Retrieved February 2, 2025, from https://www.alodokter.com/mengenal-istilah-early-bird-dan-night-owl
• Deoras, K. (2023, September 18). 4 Benefits to Waking Early and How to Make the Transition. Summa Health. Retrieved February 2, 2025, from https://www.summahealth.org/flourish/entries/2023/09/4-benefits-to-waking-early-and-how-to-make-the-transition
• Oh, K. T., Ko, J., Shin, J., & Ko, M. (2022). Using Wake-Up Tasks for Morning Behavior
Change: Development and Usability Study. JMIR formative research, 6(9), e39497.
https://doi.org/10.2196/39497 Retrieved February 2, 2025
• The National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH). (n.d.). Module 7. Napping, an Important Fatigue Countermeasure, Sleep Inertia | NIOSH. CDC. Retrieved February 5, 2025, from https://www.cdc.gov/niosh/work-hour-training-for-nurses/longhours/mod7/03.html